Cabor Muaythai Buka Kran Medali Emas Kontingen Lamsel

Redaksi

 


 

 

BANDARLAMPUNG - Melian Elsa Putri patut berbangga hati. Atlet muaythai Lampung Selatan ini berhasil menyumbangkan medali emas yang pertama kali untuk Bumi Khagom Mufakat. Melian memenangkan pertandingan setelah menumbangkan Rahma Diana, atlet muaythai asal Kabupaten Pesisir Barat.

 

Perjuangan Melian meraih medali emas perdana bagi Lampung Selatan di Porprov Lampung kali ini tidak main-main. Dia harus bertarung 3 ronde. Melian lumayan mendominasi pertarungan. Teriakan dari para pelatihnya di pojok ring cukup berhasil mengangkat semangatnya.

 

Hasilnya, Melian menang poin dari lawannya. Pengumuman juara oleh dewan juri membuat Melian menitikan air mata. Gadis berhijab ini tidak bisa menutupi kebahagiaanya. Saking terharunya Melian bahkan tidak bisa mengungkapkan dengan banyak kata.

 

"Senang dan sangat bangga sekali, akhirnya bisa kasih (medali) emas," ucapnya.

 

Selain emas, Melian juga turut menyumbang medali perunggu. Jika ditotal, atlet cabang olahraga muaythai menyumbangkan 1 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu. Atlet yang berhasil menyumbang medali perak adalah Anelia Rizki AS, Ranis Tutisya, Valencia Floren Hutapea, Wira D. Saputra, Dannar Putra Diaz, dan Fathur Rohman.

 

Harapan mendulang emas masih ada. Valencia Floren, Dannar, dan Immanuel N. Sitanggang, masih akan berlaga sekali lagi di final. Sudah jelas kalau harapan masyarakat Kabupaten Lampung Selatan ada di pundak ketiganya demi tambahan medali emas, dan mengangkat urutan klasemen Kabupaten Lampung Selatan.

 

Sebetulnya atlet muaythai Lampung Selatan memiliki kans meraih medali emas. Namun atlet yang berlaga di partai puncak dikandaskan lawannya masing-masing. Pertama Fathur Rohman melawan Zainudin. Sejatinya Fathur mendominasi pertandingan ketika melawan atlet asal Lampung Utara itu.

 

Momen keberhasilan Fathur ketika berhasil membuat lawannya berdarah. Akibatnya, lawannya harus mendapatkan perawatan medis berkali-kali. Tetapi hasil dan takdir berkata lain. Juri memutuskan bahwa pertandingan dimenangkan oleh lawannya.

 

Fathur sebetulnya terkejut dengan hasil tersebut. Namun keputusan juri tidak bisa diganggu gugat. Danar Putra yang turun di kelas 48 kilogram putra juga kalah di final melawan Ahmad Yamin dari Lampung Timur. Danar juga sempat mendominasi pertarungan.

 

Namun di sela-sela pertandingan, kehadiran Bupati Lampung Timur, M. Dawam Rahardjo di venue membuat keadaan berubah. Pertarungan menjadi imbang di ronde ketiga. Akhirnya Danar dinyatakan kalah. Menurut juri, dia kalah dari lawannya dalam hitungan poin di pertarungan.

 

Atlet Muaythai putra asal Lamsel yang kalah berikutnya adalah Wira D Saputra. Dia harus menyerah dari lawannya asal Bandarlampung, yaitu Mitra Ediyansyah, di ronde pertama karena cedera kaki. Wira terkena tendangan di bagian pergelangan kaki kanan. Kondisi itu membuatnya tidak bisa melanjutkan pertandingan.

 

Perjalanan Kontingen Kabupaten Lampung Selatan masih sangat panjang. Atlet yang diterjunkan baru berlaga di cabang olahraga (cabor) muaythai. Sedangkan masih ada 25 cabor lagi yang akan dihadapi. Muaythai memang jadi cabor pertama yang dilakoni atlet Lampung Selatan.

 

"Masih ada 25 cabor lagi. Kita optimis target yang kita usung bakal tercapai," ujar Ketua Umum KONI Lampung Selatan, H. Rudi Apriadi KM, S.Sos.(red)