Pemkab Lamsel Perketat Pengawasan, Ternak Terpapar PMK Bakal Dimusnahkan


 


         

          KALIANDA – Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Ternak Kabupaten Lampung Selatan, bakal memusnahkan ternak sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Langkah ini sebagai antisipasi penularan penyakit hewan ternak menjelang Idul Adha tahun ini.

          Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Pengendalian PMK yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lamsel, di Aula Krakatau Kantor Bupati Lamsel.

          Menurut Kepala Disnakkeswan Lamsel, Ir. Rini Ariasih, pemusnahan hewewan ternak yang kedapatan terpapar PMK dilakukan sebagai langkah antisipasi. Namun, yang dimusnahkan adalah hewan ternak yang masuk ke wilayah Lamsel, bukan di tingkat petani.

          “Kan sekarang ini menjelang Idul Adha. Tentu akan banyak hewan ternak yang masuk. Nanti, apabila ada temuan PMK maka akan langsung kita musnahkan. Kalau yang ditingkat petani tidak kita musnahkan tetapi akan di obati,” ungkap Rini usai rapat tersebut.

          Dia menambahkan, upaya lain mengantisipasi penyakit yang menular pada hewan berkuku belah ini adalah dengan mengoptimalkan rumah potong hewan (RPH) yang ada di Lamsel. Serta, memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya para peternak.

          “Lalu, kita juga bakal mengoptimalkan cek point yang ada di Bakauheni. Serta petugas yang tergabung dalam Satgas PMK baik dari BPBD, Pol-PP, Dishub, Inspektorat, Bagian Perekonomian dan Diskominfo bisa bersama melakukan pencegahan,” imbuhnya.

          Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mengendalikan PMK pihaknya juga mendirikan posko Penanggulangan PMK Lamsel dengan call center 081368308688. Agar, bisa cepat tanggap dalam mengantisipasi penyakit tersebut.

“Makanya lalulintas hewan ternak perlu ada pengetatan. Hewan ternak hanya boleh dikirim dari daerah yang bebas PMK. Selain itu, sebelum dikirim harus lebih dulu di karantina 14 hari dan pengiriman harus memakai SKHH yang ditandatangani dokter hewan,” tukasnya.

          Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lamsel, Muhadi. HS, S.Sos, MM yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan, seluruh jajaran harus bisa mengantisipasi masalah PMK ternak tersebut. Agar, jelang Idul Adha ini bisa memantau arus mudik hewan-hewan ternak yang masuk ke Lamsel.

Sejauh ini memang belum ada ternak sapi yang terkena PMK. Tapi, harus diantisipasi. Sebab, kasihan masyarakat terutama peternak yang semestinya meningkat perekonomiannya, tetapi justru turun dengan adanya PMK ini,” pungkas Muhadi. (rls)