120 Guru Dapat Penghargaan

 



 

          KALIANDA – Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 tingkat Kabupaten Lampung Selatan berlangsung meriah. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mengenakan baju adat daerah dan langsung dipimpin Bupati Lamsel, H. Nanang Ermanto di Lapangan Korpri Pemkab Lamsel, Jum’at (13/5) pekan lalu.

          Pada kesempatan itu, sebanyak 120 guru juga menerima anugerah Satyalancana Karya Satya. Bupati Lamsel, H. Nanang Ermanto secara simbolis menyerahkan Satyalancana Karya Satya kepada 3 orang kepala sekolah berprestasi dan berdedikasi, 3 orang guru berprestasi dan 1 orang guru yang bertugas di daerah terpencil.

Turut hadir anggota Forkopimda Lampung Selatan, para pejabat utama serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Lampung Selatan. Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto dan Ketua DWP Yani Thamrin.

Orang nomor satu di Kabupaten paling Selatan ini, menyampaikan selamat dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada penerima penghargaan yang telah mendarmabaktikan pengabdiannya.

Nanang menyebut, Satyalancana Karya Satya diberikan kepada 120 guru di Kabupaten Lampung Selatan yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.

“Saya berharap, penghargaan ini akan meningkatkan kinerja saudara-saudara semua dan menjadi penyemangat yang akan memotivasi untuk terus berkarya dan memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan,” kata Nanang Ermanto.

Sementara, dalam amanatnya Bupati Lampung Selatan mendukung penuh program Merdeka Belajar yang dicanangkkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Program yang awalnya dibuat untuk menghadapi situasi Covid-19 ternyata memperoleh hasil yang baik. Selain efektif dan efisien, cara belajar mengajar dalam program ini dinilai lebih menyenangkan. Kurikulum merdeka yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.

“Kini kurikulum merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,” pungkasnya. (rls)